Sabtu, 14 Agustus 2021

Modul 1.1.A Refleksi Filosofi Pendidikan Indonesia KHD

 

Sumber foto: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara

1.     Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) tentang pendidikan dan pengajaran menurut saya adalah tentang bagaimana para guru mampu memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak sesuai dengan kebutuhannya. Kebutuhan pada era saat mereka dibesarkan, bukan memaksakan kebutuhan mereka dengan era yang seperti pernah kita alami. Karena hal itu jelas berbeda sekali, bukan anak yang harus di ubah ke zaman kita (para pendidik). Namun, kitalah yang harus siap berubah untuk berada di zaman mereka. Karena sejatinya zaman itu bergerak maju ke depan, bukan mundur ke belakang.

Dalam semboyannya, KHD mengibaratkan bahwa didepan guru harus bisa menjadi teladan, di tengah guru sebagai pemberi kekuatan atau ide sedangkan di belakang guru sebagai pemberi semangat. Di sini, sangat jelas kita lihat bahwa peran guru bukan hanya sebagai pemberi nilai atau pemberi pengetahuan semata. Justru guru punya tanggung jawab besar dalam hal mengayomi siswa menjadi pribadi yang bukan hanya cerdas dalam intelektual tapi bijak dalam beradap. Sebuah negara maju bukan hanya memerlukan generasi berintelektual tinggi. Sepatutnya dalam diri manusia intelektual tersebut terdapat pribadi beradap yang berakakter sehingga mampu mendorong dan menjaga peradaban bangsa ke arah yang lebih baik.

Relevansi pemikiran KHD dengan pendidikan Indonesia saat ini masihlah sesuai. Meskipun semboyan KHD sudah terbentuk sejak tahun 1922 saat beliau mendirikan sekolah Taman Siswa. Namun, semboyan tersebut masih sangat bisa dipakai untuk pendidikan Indonesia saat ini. Menurut KHD pendidikan yang sebenarnya adalah pendidikan yang berpusat dan berpihak kepada murid. Dimana kita semua mengetahui, bahwa pendidikan kita berada di era revolusi 4.0. Maka oleh karena itu, pendidik saat ini harus siap berada di era tersebut. Murid kita saat ini bukan lagi berasal dari generasi X atau generasi milenial. Sebagai pendidik kita sudah berhadapan dengan generasi Z dan generasi Alpha. Dimana generasi mereka sudah sangat familiar dengan teknologi. Mereka berada di era teknologi yang sangat-sangat hebat. Inilah yang dimaksudkan oleh KHD bahwa kita pengajar harus mampu memberikan pendidikan dan  mengembangkan mereka sesuai dengan zaman mereka saat ini.

Di sekolah saya saat ini memang belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan pemikiran KHD. Namun, saya berkeyakinan bahwa semua guru di sekolah saya selalu menginginkan anak didik menjadi lebih baik setiap harinya. Maupun bersaing secara intelek dan beradap dalam pergaulan untuk mencapai peradaban bangsa yang lebih baik lagi. Oleh karena itu, saat ini kami selalu berusaha mengembangkan diri secara mandiri dan kelompok agar mampu memberikan pendidikan yang lebih baik lagi.

Secara menyeluruh saya juga belum sepenuhnya melaksanakan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran KHD tersebut. Namun, setiap harinya saya melaksanakan yang terbaik dari yang saya mampu dan selalu belajar agar lebih meresapi makna merdeka belajar. Sehingga bisa saya terapkan dalam kelas sepanjang hari. 

2.     Harapan yang sangat saya dambakan adalah dapat memposisikan diri bukan hanya sebagai guru dalam kelas. Namun, sebagai patner mereka di luar sekolah. Saya menginginkan siswa mampu beradaptasi dengan era revolusi 4.0. Meskipun saat ini mereka berada di fase atau keadaan yang kurang mengenal teknologi. Saya sangat meyakini pada saatnya mereka akan keluar dari zona tersebut, dan pada saat mereka keluar. Mereka tidak terkejut dengan situasi yang mengakibatkan mereka kehilangan motivasi, harapan dan cita-cita. Dan akhirnya kembali dengan tangan kosong dan hampa karena kurangnya pondasi yang kita bina sekarang. Saya berharap ada kegiatan, materi dan harapan pada modul tentang bagiamana menjadi tokoh idola dalam pembelajaran.

Kamis, 22 April 2021

Serah Terima Jabatan

 


Kamis, 22 April 2021 atau bertepatan dengan 10 Ramdhan 1442 H suasana di SMPN 3 Peusangan terlihat sedikit berbeda dari biasanya. Hari ini merupakan hari acara serah terima jabatan dari Pelaksana Tugas ke Kepala sekolah.

Acara berlangsung tertib dan khidmat dengan dipandu oleh Ibu Hildayani,S.Pd sebagai moderator. Sedangkan untuk pembacaan ayat suci Alquran dilantunkan oleh ibu Dra. Suryana. Sambutan pertama disampaikan oleh Pelaksana Tugas Drs.Mizwar.

Pada kesempatan ini, Drs. Mizwar meminta maaf kepada seluruh keluarga besar SMPN 3 Peusangan atas segala silap dan khilaf selama 1 tahun 6 bulan memimpin sekolah. Beliau juga tidak lupa mengucapkan selamat datang kepala kepala sekolah baru. Serta memohon untuk membimbing semua guru maupun TU pada masa mendatang. Dan besar harapan beliau, agar SMPN 3 Peusangan menjadi sekolah yang lebih baik lagi.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Ifwadi,S.Pd yang akan menjadi kepala SMPN 3 Peusangan. Sebagai kepala sekolah yang sudah banyak pengalaman berorganisasi, baik sebagai kepsek SMPN 6 Peusangan, ketua MGMP IPS kab.Bireuen, ketua PGRI kecamatan Peusangan, dsb (untuk profil lengkap kepala sekolah akan admin post pada kesempatan lain). Dalam bekerja nanti beliau sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak agar beliau dapat membawa sekolah tercinta ini menjadi lebih baik lagi. Karena tanpa dukungan semua pihak, mustahil beliau bisa memajukan sekolah sendiri.

Setelah acara penandatanganan serah terima jabatan yang disaksikan oleh seluruh guru dan tamu undangan. Selanjutnya sebagai petuah dari dinas bidang SMP diwakili oleh bapak Samsul Bahri, S.Pd, Mt. Beliau mengharapkan agar semua guru bersatu padu mendukung kepala sekolah baru. "Jika tidak bisa menjadi kayu dalam setumpuk kayu, maka setidaknya janganlah menjadi kerikil". Selanjutnya juga beliau memberi petuah agar berhati-hati dalam mengelola keuangan sekolah.

Terakhir, acara serah terima jabatan ditutup dengan membacakan alfatihah oleh semua orang yang hadir.

Tidak ada derai air mata dan haru. Karena kami warga SMPN 3 Peusangan tidak berpisah dengan siapapun. Melainkan kami merasa bahagia dalam menyambut anggota baru sebagai kepala sekolah. Karena kami, sangat meyakini kedepannya SMPN Peusangan akan lebih bisa berjaya dan maju.

"Selamat datang Bapak kepala sekolah. Kami siap berjuang bersama untuk kemajuan sekolah tercinta"

In memorian
Pak Mizwar adalah sosok yang begitu luar biasa. Sudah 1 tahun 6 bulan beliau menjabat sebagai pelaksana tugas. Namun, selama itu pula sosoknya tidak berbeda dari guru biasanya. Meski menjadi orang nomor satu disekolah. Beliau tidak pernah enggan dan malu memegang sapu lidi dan memungut botol aqua yang dibuang para siswa. Beliau rela terjun sendiri demi membuat lingkungan sekolah indah dan bebas dari sampah. Begitu juga saat di pagi hari, beliau juga termasuk orang pertama yang datang mengontrol sekolah.

"Terimakasih untuk semua pengorbanan yang sudah bapak berikan. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak".

Sabtu, 11 April 2020

Mencegah lebih baik



Sejak virus corona mulai merebak di Indonesia khususnya Aceh, hampir segala kegiatan lumpuh. Meskipun pemerintah tidak menerapkan lockdown di daerah. Namun, tak dapat dihindari kalo kegiatan belajar di sekolah juga harus ditiadakan. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang mengintai.

Meskipun demikian, kegiatan di sekolah tidak serta merta kosong begitu saja. Kegiatan di sekolah tetap ada meskipun hanya kerja bakti atau gotong royong yang dilakukan oleh beberapa guru. Mereka kerja bakti secara bergantian atau dibuatkan jadwal piket. Kegiatan ini termasuk wujud kepedulian guru terhadap kebersihan sekolah dan petugas kebersihan sekolah yang hanya seorang diri.

Oleh karena itu, untuk mendukung kegiatan tersebut kepala sekolah selalu mensosialisasikan agar tidak lupa untuk mencuci tangan dan memakai masker serta tetap menjaga jarak. Selain itu, kepala sekolah menyediakan tempat cuci tangan dan sabun. Agar setelah kegiatan dilakukan mereka bergegas untuk mencuci tangan sehingga kesehatan para guru terjaga dan kegiatan belajar mengajar secara daring tetap berlanjut.

Diantara sosialisasiyang disampaikan oleh kepsek adalah tata cara mencuci tangan. Setelah membasahi tangan tidak lupa menggunakan sabun lalu menggosok tangan hingga kesela-sela jari selama 20 detik. Itulah salah satu upaya nyata yang telah dilakukan oleh kepsek dan guru SMPN 3 PEUSANGAN dalam menghindari virus corona. Semoga wabah ini segera berakhir dan kegiatan belajar mengajar kembali seperti semula.

Jumat, 10 April 2020

Ketika asa mulai kehilangan arah Menyembur hilang entah kemana Menyeruak asa ke semburat cahya Hilanglah asa dalam angan

Tantangan menulis tema singkong dan kopi

Tempo dulu, singkong hampir  termasuk makanan wajib. Kenapa saya katakan wajib? Karena keberadaannya sudah seperti makanan pokok pendamping nasi. Alias camilan yang mudah didapat dan hemat dikantong.

Selain ekonomis, singkong dapat diolah dengan berbagai varian. Tergantung selera pemakan dan kemampuan meraciknya. Seingat penulis, singkong paling enak jika ditumbuk dan ditaburi kepala parut. Kadang jika ditambah sedikit kopi hitam kedalamnya akan menambah cita rasa singkong tersebut. Tapi itu kembali lagi ke masing-masing selera


Rabu, 08 April 2020

Menulis tanpa ide

Di ruang sempit inilah kami menghabiskan hampir 4 pekan. Mengurung diri dari segala aktivitas luar yang sedang dilarang. Merenungi hidup yang sudah berjalan dan yang akan dijalani.
 
Televisi tua yang selama ini hanya menghuni ruang ini sudah berfungsi. Ia menjadi penghibur kala kami jenuh dan pengab terhadap situasi ini. Rutinitas ku sebagai guru kini bertambah dengan IRT sejati. 

Kipas angin model lama tak hentinya menderu-deru di loteng ruang kecil kami. Jika ia bisa berkata mungkin ia sudah mengeluh lelah. Karena tak pernah dipadamkan. Ruang yang tak berventilasi ini sangat membutuhkannya untuk sedikit memberi hawa dingin untuk si pemilik.

Sepeda motor yang biasanya menemaniku bekerja. Kini mesinnya mulai mendingin. Ia yang biasanya perkasa di atas karpet hitam sedang beristirahat entah sampai kapan sang pejabat memanggilnya lagi.

Kulkas, piring dan kompor yang juga mendiami ruang kecil, kini semakin sering digunakan. Ia semakin dibutuhkan. Semakin dielus dan dipoles. 

Tak berpenghuni

Kini gedung tak berpenghuni Tamannya tak ada yg menjamah lagi Daun dan ranting kian berpesta Suara nyaring yg dulu membahana hilang dalam buaian daring Entah sampai kapan ini kan berakhir Begitu lama.. Sperti menghitung semut yang sudah membuat tempat berteduhnya Kini, ia senang tak ada yang mengganggu Kini gedung tinggal sendiri Setelah lama ditinggal sang penghuni Mungkin ia sudah rindu si pemilik hati Dalam diam ia menangis tak bertepi